JambI
.
Peta
Administrasi Provinsi Jambi
Jambi (Jawi:
جامبي)
adalah sebuah provinsi di Indonesia yang
terletak di pesisir timur di bagian tengah pulau Sumatra, ibu kotanya berada di kota Jambi. Provinsi Jambi adalah nama
provinsi di Indonesia yang ibu kotanya memiliki nama sama dengan provinsi
selain Bengkulu, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,
dan Gorontalo.
Sejarah
Asal nama
Ada
beberapa versi tentang asal usul nama Jambi:
Versi
pertama, Nama Jambi muncul sejak daerah yang berada di pinggiran Sungai Batanghari ini dikendalikan oleh
seorang ratu bernama Puteri Selaras Pinang Masak, yaitu semasa keterikatan
dengan Kerajaan Majapahit. Waktu itu
bahasa keraton dipengaruhi bahasa Jawa, di antaranya kata pinang
disebut jambe. Sesuai dengan nama ratunya “Pinang Masak”, maka
kerajaan tersebut dikenal dengan Kerajaan Melayu Jambe. Lambat laun rakyat
setempat umumnya menyebut “Jambi”.
Versi
kedua, kemungkinan besar saat Tanah Pilih dijadikan tapak pembangunan kerajaan
baru, pohon pinang banyak tumbuh di sepanjang aliran Sungai Batanghari,
sehingga nama itu yang dipilih oleh Orang Kayo Hitam.
Versi
ketiga, berpedoman pada buku sejarah De Oudste Geschiedenis van de Archipel
bahwa Kerajaan Melayu Jambi dari
abad 7 s.d. abad 13 merupakan bandar atau pelabuhan dagang yang ramai. Di sini
berlabuh kapal-kapal dari berbagai bangsa, seperti: Portugis, India, Mesir, Cina, Arab,
dan Eropa lainnya. Berkenaan dengan itu,
sebuah legenda yang ditulis oleh Chaniago menceritakan bahwa sebelum Kerajaan
Melayu jatuh ke dalam pengaruh Hindu,
seorang puteri Melayu bernama Puteri Dewani berlayar bersama suaminya dengan
kapal niaga Mesir ke Arab, dan tidak kembali.
Pada
waktu lain, seorang putri Melayu lain bernama Ratna Wali bersama suaminya
berlayar ke Negeri Arab, dan dari sana merantau ke Ruhum Jani dengan kapal
niaga Arab. Kedua peristiwa dalam legenda itu menunjukkan adanya hubungan
antara orang Arab dan Mesir dengan Melayu.
Mereka sudah menjalin hubungan komunikasi dan interaksi secara akrab.
Kondisi
tersebut melahirkan interpretasi bahwa nama Jambi bukan tidak mungkin berasal
dari ungkapan-ungkapan orang Arab atau Mesir yang berkali-kali ke pelabuhan
Melayu ini. Orang Arab atau Mesir memberikan julukan kepada rakyat Melayu pada
masa itu sebagai ”Jambi”, ditulis dengan aksara Arab:, yang secara harfiah
berarti ’sisi’ atau ’samping’, secara kinayah (figuratif) bermakna ’tetangga’
atau ’sahabat akrab’.
Kata
Jambi ini sebelum ditemukan oleh Orang Kayo Hitam atau sebelum disebut Tanah
Pilih, bernama Kampung Jam, yang berdekatan dengan Kampung Teladan, yang
diperkirakan di sekitar daerah Buluran Kenali sekarang. Dari kata Jam inilah
akhirnya disebut “Jambi”.
Menurut
teks Hikayat Negeri Jambi, kata Jambi berasal dari perintah seorang raja yang
bernama Tun Telanai, untuk untuk menggali kanal dari ibu kota kerajaan hingga
ke laut, dan tugas ini harus diselesaikan dalam tempo satu jam. Kata jam inilah
yang kemudian menjadi asal kata Jambi.
Zaman prasejarah
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat
membantu dengan mengembangkannya. |
Zaman kerajaan
Provinsi
Jambi secara geografis berada di pesisir timur persis di tengah Pulau Sumatra,
ibu kotanya berada di kota Jambi. Provinsi Jambi adalah nama provinsi di
Indonesia yang ibu kotanya memiliki nama sama dengan provinsi, selain Bengkulu,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Gorontalo.
Jambi
merupakan wilayah yang terkenal dalam literatur kuno. Nama negeri ini sering
disebut dalam prasasti-prasasti dan juga berita-berita Tiongkok. Ini merupakan bukti bahwa, orang
Cina telah lama memiliki hubungan dengan Jambi, yang mereka sebut dengan nama Chan-pei.
Diperkirakan, telah berdiri tiga kerajaan Melayu Kuno di Jambi,
yaitu Kerajaan Koying (abad
ke-3 M), Tupo (abad ke-3 M) dan Kerajaan Kandali/ Kantoli (abad ke-5).
Seiring perkembangan sejarah, kerajaan-kerajan ini lenyap tanpa banyak
meninggalkan jejak sejarah.
Dalam
sejarah kerajaan di Nusantara wilayah
Minanga Kamwa (nama Minang Kabah Kuno 1 M) adalah tanah asal pendiri Kerajaan Melayu dan Sriwijaya dari
wilayah Minanga Kamwa inilah banyak lahir raja-raja di Nusantara, baik sekarang yg berada di Malaysia, Brunei dan Indonesia di
negeri Jambi ini pernah dikuasai oleh beberapa kekuatan besar, mulai dari Sriwijaya, Singosari, Majapahit, Malaka hingga Johor-Riau.
Terkenal dan selalu menjadi rebutan merupakan tanda bahwa Jambi sangat penting
pada masa dulu.
Setelah
Koying, Tupo dan Kantoli runtuh, kemudian berdiri Kerajaan Melayu Jambi.
Berita tertua mengenai kerajaan ini berasal dari T’ang-hui-yao yang disusun
oleh Wang-p’u pada tahun 961 M, di masa pemerintahan Dinasti Tang dan Hsin T’ang Shu yang
disusun pada awal abad ke-7 M di masa pemerintahan dinasti Sung. Diperkirakan, Kerajaan Melayu
Jambi telah berdiri sekitar tahun 644/645 M, lebih awal sekitar 25 tahun
dari Sriwijaya yang berdiri tahun 670. Harus
diakui bahwa, sejarah tentang Melayu Kuno ini masih gelap. Sampai sekarang,
data utamanya masih didasarkan pada berita-berita dari negeri Cina, yang
terkadang sulit sekali ditafsirkan.
Namun,
dibandingkan daerah lainnya di Sumatra, data arkeologis yang ditemukan di
Jambi merupakan yang terlengkap. Data-data arkeologis tersebut terutama berasal
dari abad ke-9 hingga 14 M. Untuk keluar dari kegelapan sejarah tersebut, maka
sejarah mengenai Kerajaan Melayu Jambi berikut
ini akan lebih terfokus pada fase pasca abad ke-9, terutama ketika Adityawarman mendirikan Kerajaan Suvarnabhumi di
daerah ini pada pertengahan abad ke-14 M Ketika Sriwijaya berdiri, Kerajaan Melayu Jambi
menjadi daerah taklukannya. Kemudian, ketika Sriwijaya runtuh akibat
serangan Kerajaan Chola dari India pada
tahun 1025 M, para bangsawan Sriwijaya banyak yang melarikan diri ke hulu
Sungai Batang Hari, dan
bergabung dengan Kerajaan Melayu yang
memang sudah lebih dulu berdiri, tetapi saat itu menjadi daerah taklukannya.
Lebih kurang setengah abad kemudian, sekitar tahun 1088 M keadaan berbalik,
Kerajaan Melayu Jambi menaklukkan Sriwijaya yang memang sudah di ambang
kehancuran.
Kerajaan Melayu Jambi mulai
berkembang lagi, saat itu namanya adalah Dharmasraya. Hanya sedikit catatan sejarah
mengenai Dharmasraya ini. Rajanya yang bernama Srimat
Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa (1270-1297) menikah dengan Puti
Reno Mandi. Dari pernikahan ini, kemudian lahir dua orang putri: Dara Jingga dan Dara
Petak Menjelang akhir abad ke-13, Wangsa
Kartanegara Dari Kerajaan Singhasari,
mengirim dua kali ekspedisi, yang kemudian dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu I
dan II. Dalam ekspedisi pertama, Kertanagara berhasil menaklukkan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang
memang sudah lemah. Berdasarkan Babad Tanah Jawi versi Mangkunegaran
disebutkan bahwa, Kertanagara menaklukkan Jambi pada tahun 1275 M.
Pada
tahun 1286 M, Kertanegara mengirimkan
sebuah arca Amogapacha ke Kerajaan Dharmasraya.
Raja dan rakyat Dharmasraya sangat gembira menerima persembahan dari
Kertanegara ini. Sebagai tanda terima kasih Raja Dharmasraya pada Prabu
Kartanegara, ia kemudian mengirimkan dua orang putrinya, Dara Jingga dan Dara
Petak untuk dibawa ke Singosari. Dara Jingga kemudian menikah
dengan Mahesa Anabrang dan
melahirkan Adityawarman.
Ketika utusan Kertanegara ini kembali ke tanah Jawa, mereka mendapatkan Kerajaan Singasari telah
hancur akibat serangan dari Kubilai Khan dari Dinasti
Yuan yang dibantu Raden
Wijaya. Raden Wijaya kemudian menyerang balik
pasukan Kubilai Khan dan mengklaim seluruh wilayah Kerajaan Singasari, dan
mendirikan Kerajaan Majapahit.
Dara Petak kemudian dipersembahkan kepada Raden Wijaya untuk diperistri. Dari
perkawinan ini, kemudian lahir Raden Kalagemet.
Ketika
Kalagemet menjadi Raja Majapahit menggantikan
ayahnya, ia memakai gelar Sri Jayanegara. Demikianlah, keturunan Dara Petak
menjadi Raja, sementara keturunan Dara Jingga, yaitu Adityawarman, menjadi salah seorang pejabat di
istana Majapahit. Hingga suatu ketika, tahun 1340 M,
Adityawarman dikirim kembali ke Sumatra, negeri leluhurnya, untuk mengurus
daerah taklukan Majapahit, Dharmasraya. Namun, sesampainya di Sumatra, ia
bukannya menjaga keutuhan wilayah taklukan Majapahit, malah kemudian berusaha
untuk melepaskan diri dan mendirikan Kerajaan Swarnabhumi. Wilayahnya adalah daerah
warisan Dharmasraya, meliputi wilayah Kerajaan Melayu Kuno dan Sriwijaya.
Dengan
ini, berarti eksistensi Dharmasraya telah
diteruskan oleh kerajaan baru, yakni Suvarnabhumi. Pusat kerajaan diperkirakan
berada di wilayah Desa jambi tulo-jambi kecil, maro sebo, muaro jambi, Jambi
saat ini. Dalam perkembangannya, pusat kerajaan yang dipimpin Adityawarman ini kemudian berpindah ke
Pagaruyung, hingga nama kerajaannya kemudian berubah menjadi Kerajaan Pagaruyung,
atau dikenal juga dengan Kerajaan Minangkabau.
Akibat perpindahan pusat kerajaan ini, Jambi kemudian menjadi bagian dari
wilayah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung (Minangkabau). Kejadian ini terjadi
sekitar pertengahan abad ke-14.
Ketika Kerajaan
Malaka muncul sebagai kekuatan baru di
perairan Malaka pada awal abad ke-15, Jambi menjadi bagian wilayah kerajaan
ini. Saat itu, Jambi merupakan salah satu bandar dagang yang ramai. Hingga
keruntuhan Malaka pada tahun 1511 M di tangan Portugis, Jambi masih menjadi bagian
dari Malaka. Tak lama kemudian, muncul Kerajaan
Johor-Riau diperairan Malaka sebagai ahli waris Kerajaan
Malaka. Lagi-lagi, Jambi menjadi bagian dari kerajaan yang baru berdiri ini.
Jambi memainkan peranan yang sangat penting dalam membantu Johor berperang
melawan Portugis di Malaka. Kemudian, memanfaatkan situasi yang sedang tidak
stabil di Johor akibat berperang dengan Portugis, Jambi mencoba untuk
melepaskan diri. Dalam usaha untuk melepaskan diri ini, sejak tahun 1666 hingga
1673 M, telah terjadi beberapa kali peperangan antara Jambi melawan Johor.
Dalam beberapa kali pertempuran tersebut, angkatan perang Jambi selalu mendapat
kemenangan. Bahkan, Jambi berhasil menghancurkan ibu kota Johor,
Batu Sawar. Jambi terbebas dari kekuasaan Johor. Namun, ini ternyata tidak
berlangsung lama. Johor kemudian meminta bantuan orang-orang Bugis untuk
mengalahkan Jambi. Akhirnya, atas bantuan orang-orang Bugis, Jambi berhasil
dikalahkan Johor.
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat
membantu dengan mengembangkannya. |
Setelah kemerdekaan
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat
membantu dengan mengembangkannya. |
Politik dan
pemerintahan
Daftar Gubernur
Artikel
utama: Daftar gubernur Jambi
Berikut
merupakan daftar Gubernur Jambi.[5]
No. |
Potret |
Gubernur |
Mulai menjabat |
Akhir menjabat |
Partai |
Periode |
Ref. |
||
1 |
1957 |
1967 |
Non-Partisan |
|
N/A |
1 |
|||
2 |
Raden Mochammad |
1968 |
1974 |
|
N/A |
2 |
|||
3 |
1974 |
1979 |
|
N/A |
3 |
||||
4 |
1979 |
1984 |
|
4 |
|||||
1984 |
1989 |
5 |
|||||||
5 |
1989 |
1994 |
tampil 1989–1999: |
6 |
|||||
1994 |
1999 |
7 |
|||||||
6 |
10 Desember 1999 |
10 Desember 2004 |
tampil 1999–2004: |
8 |
|||||
3 Agustus 2005 |
3 Agustus 2010 |
|
9 |
||||||
7 |
3 Agustus 2010 |
3 Agustus 2015 |
|
10 |
|||||
8 |
12 Februari 2016 |
17 Januari 2019[ket. 1] |
|
11 |
|||||
9 |
13 Februari 2019 |
12 Februari 2021 |
|
N/A |
|||||
10 |
7 Juli 2021 |
Petahana |
|
12 |
Legenda
Non
Partisan/Penugasan Pemerintah
Pelaksana tugas Gubernur
Berikut
daftar Penjabat dan Pelaksana Tugas Gubernur yang menggantikan Gubernur
petahana yang sedang cuti kampanye atau dalam masa transisi.
Potret |
Pelaksana tugas
Gubernur |
Mulai jabatan |
Akhir jabatan |
Masa |
Ket. |
Gubernur Definitif |
|
Djamin Datuk Bagindo |
8 Februari 1957 |
1957 |
— |
Pejabat pertama |
|||
Abdul Manap |
1967 |
1968 |
— |
Transisi |
|||
Eddy Sabara |
1979 |
1979 |
— |
Transisi |
|||
Sudarsono Harjosukarto |
5 Januari 2005 |
3 Agustus 2005 |
— |
Transisi |
|||
Ridham Priskap |
3 Agustus 2015 |
5 Agustus 2015 |
— |
Transisi |
|||
Irman |
5 Agustus 2015 |
12 Februari 2016 |
— |
Transisi |
|||
Fachrori Umar |
10 April 2018 |
13 Februari 2019 |
11 |
Zumi Zola |
|||
Restuardy Daud |
26 September 2020 |
5 Desember 2020 |
|||||
Sudirman |
12 Februari 2021 |
18 Februari 2021 |
— |
Transisi |
|||
Hari Nur Cahya Murni |
18 Februari 2021 |
7 Juli 2021 |
— |
Transisi |
Catatan
1.
^ Zumi
Zola dinon-aktifkan pada 10 April 2018 karena kasus korupsi dan resmi
diberhentikan pada 17 Januari 2019.
2.
^ Penjabat
Gubernur 6 Januari 1957 BKRD menyatakan Karesidenan Jambi menjadi Provinsi 8
Februari 1957 peresmian provinsi dan kantor gubernur di kediaman Residen oleh
Ketua Dewan Banteng. Pembentukan provinsi diperkuat oleh Keputusan Dewan
Menteri tanggal 1 Juli 1957, Undang-Undang Nomor 1 /1957 dan Undang-Undang Darurat
Nomor 19/1957 dan mengganti Undang-Undang tersebut dengan Undang-Undang Nomor
61/1958.
3.
^ Ditunjuk
oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sebagai Pejabat Sementara (Pjs.)
Gubernur menggantikan Gubernur petahana, Fachrori Umar yang sedang cuti
kampanye mengikuti Pemilihan
umum Gubernur Jambi 2020 sebagai calon Gubernur dari tanggal 26
September 2020 hingga 5 Desember 2020.
4.
^ Mengisi
kekosongan jabatan Gubernur setelah masa jabatan Fachrori Umar berakhir pada 12
Februari 2021.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Artikel
utama: Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi
DPRD
Provinsi Jambi beranggotakan 55 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.
Pimpinan DPRD Provinsi Jambi terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang
berasal dari partai politik dengan
jumlah kursi terbanyak. Anggota DPRD Jambi yang sedang menjabat saat ini adalah
hasil Pemilu 2019 yang
dilantik pada 9 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jambi,
Edy Pramono di Gedung DPRD Provinsi Jambi.[7] Berikut ini adalah komposisi anggota
DPRD Jambi dalam empat periode terakhir.[8][9][10][11]
Partai Politik |
Jumlah Kursi dalam
Periode |
|||
2004-2009 |
2009-2014 |
2014-2019 |
2019-2024 |
|
1 |
|
|||
4 |
|
|||
2 |
|
|||
0 |
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
8 |
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
11 |
|
|
|
|
(baru) 5 |
|
|
||
(baru) 2 |
|
|
||
(baru) 3 |
|
|||
(baru) 1 |
||||
Jumlah Anggota |
45 |
|
|
|
Jumlah Partai |
10 |
|
|
|
Kabupaten dan Kota
Artikel
utama: Daftar
kabupaten dan kota di Jambi
No. |
Kabupaten/kota |
Pusat pemerintahan |
Bupati/wali kota |
Luas wilayah (km2)[12] |
Jumlah penduduk
(2017)[12] |
Kecamatan |
Kelurahan/desa |
Lambang |
sembunyiPeta lokasi |
1 |
5.804,00 |
308.249 |
|||||||
2 |
4.659,00 |
332.881 |
|||||||
3 |
3.355,27 |
235.735 |
|||||||
4 |
7.679,00 |
333.669 |
|||||||
5 |
5.326,00 |
359.631 |
|||||||
6 |
6.184,00 |
313.373 |
|||||||
7 |
4.649,85 |
322.058 |
|||||||
8 |
5.445,00 |
222.834 |
|||||||
9 |
6.461,00 |
327.669 |
|||||||
10 |
- |
103,54 |
609.620 |
||||||
11 |
- |
391,50 |
103.511 |
Kecamatan, desa, dan kelurahan
Artikel
utama: Daftar
kecamatan dan kelurahan di Jambi
Provinsi
Jambi terdiri dari 9 kabupaten, 2 kotamadya, 141 kecamatan, 163 kelurahan dan 1.399 desa.
Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 3.469.230 jiwa dengan
total luas wilayah 50.058,16 km².[13][14]
No. |
Kode |
Kabupaten/Kota |
Luas Wilayah |
Penduduk |
2017 |
||
Kecamatan |
Kelurahan |
Desa |
|||||
1 |
15.04 |
5.804,00 |
308.249 |
8 |
14 |
110 |
|
2 |
15.08 |
4.659,00 |
332.881 |
17 |
12 |
141 |
|
3 |
15.01 |
3.355,27 |
235.735 |
16 |
2 |
285 |
|
4 |
15.02 |
7.679,00 |
333.669 |
24 |
10 |
205 |
|
5 |
15.05 |
5.326,00 |
359.631 |
11 |
5 |
150 |
|
6 |
15.03 |
6.184,00 |
313.373 |
10 |
9 |
149 |
|
7 |
15.06 |
4.649,85 |
322.058 |
13 |
20 |
114 |
|
8 |
15.07 |
5.445,00 |
222.834 |
11 |
20 |
73 |
|
9 |
15.09 |
6.461,00 |
327.669 |
12 |
5 |
107 |
|
10 |
15.71 |
103,54 |
609.620 |
11 |
62 |
- |
|
11 |
15.72 |
391,50 |
103.511 |
8 |
4 |
65 |
|
TOTAL |
50.058,16 |
3.469.230 |
141 |
163 |
1399 |
Demografi
Penduduk
Provinsi
Jambi secara geografis terletak antara 0,45° Lintang Utara, 2,45° Lintang
Selatan dan antara 101,10°-104,55° Bujur Timur. Di sebelah Utara berbatasan
dengan Provinsi Riau,
sebelah Timur dengan Selat Berhala, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatra
Selatan dan sebelah Barat dengan Provinsi Sumatra
Barat dan Provinsi
Bengkulu. Kondisi geografis yang cukup strategis di
antara kota-kota lain di provinsi sekitarnya membuat peran provinsi ini cukup
penting terlebih lagi dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah. Kebutuhan
industri dan masyarakat di kota-kota sekelilingnya didukung suplai bahan baku
dan bahan kebutuhan dari provinsi ini.
Luas
Provinsi Jambi 50.160,05 km² dengan jumlah penduduk Provinsi Jambi pada
tahun 2017 berjumlah 3.515.017 jiwa dengan kepadatan 70,08 jiwa/km².[1] Sebelumnya
di tahun 2010, provinsi ini memiliki populasi sebanyak 3.088.618 jiwa (Data BPS
hasil sensus 2010). Jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2006 berjumlah
2.683.289 jiwa (Data SUPAS Proyeksi dari BPS Provinsi Jambi. Jumlah Penduduk
Provinsi Jambi pada tahun 2005 sebesar 2.657.536 (data SUSENAS) atau dengan
tingkat kepadatan 50,22 jiwa/km2. Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,96%
dengan PDRB per kapita Rp9.523.752,00 (Angka sementara dari BPS Provinsi Jambi.
Untuk tahun 2005, PDRB per kapita sebesar Rp8.462.353). Sedangkan sebanyak
46,88% dari jumlah tenaga kerja Provinsi Jambi bekerja pada sektor pertanian,
perkebunan dan perikanan; 21,58% pada sektor perdagangan dan 12,58% pada sektor
jasa. Dengan kondisi ketenagakerjaan yang sebagian besar masyarakat di provinsi
ini sangat tergantung pada hasil pertanian,perkebunan sehingga menjadikan upaya
pemerintah daerah maupun pusat untuk mensejahterakan masyarakat adalah melalui
pengembangan sektor pertanian
Suku bangsa
Masyarakat
Jambi merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari masyarakat asli Jambi
dan juga pendatang. Penduduk asli provinsi Jambi termasuk suku Melayu Jambi, Batin, Kerinci dan Kubu atau
sering disebut suku Anak Dalam.[15] Suku
Batin atau disebut juga suku Penghulu dan
suku Pindah, serumpun dengan Minangkabau, banyak bermukim di Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kabupaten
Tebo, dan Kabupaten Sarolangun.
Sementara Suku Kerinci berada
di daerah Kerinci dan sekitarnya. Adat istiadat, budaya, dan bahasa mereka
serumpun atau dekat dengan Minangkabau.
Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik dalam Sensus
Penduduk Indonesia 2010 dengan jumlah penduduk 3.069.771 jiwa,
penduduk asli provinsi Jambi merupakan etnis terbanyak yakni sebanyak 1.337.521
jiwa (43,57%). Kemudian etnis pendatang terbanyak berasal dari etnis Jawa sebanyak 893.156 jiwa (29,10%).
Selain itu juga ada suku yang berasal dari suku Melayu di luar orang Jambi sebanyak
164.979 jiwa (5,37%), kemudian Minangkabau sebanyak
163.760 jiwa (5,33%), Batak 106.249
jiwa (3,46%), Banjar 102.237
jiwa (3,33%), Bugis 96.145
jiwa (3,13%), Sunda 79.203
jiwa (2,58%), asal Sumatra Selatan 57.663
jiwa (1,88%), Tionghoa 37.246
jiwa (1,21%) dan suku lain lainnya 1,04%.[16]
Agama
Sebagian
besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam yaitu
sebesar 95,08%, sedangkan selebihnya merupakan pemeluk agama Kristen 3,87% di mana Protestan 3,29% dan Katolik 0,58%. Sebagian lagi memeluk
agama Buddha yakni
0,97%, Konghucu 0,02% dan sebagian kecil pemeluk
agama Hindu 0,01%, yang umumnya berada di Kota Jambi.[2]
Agama
Islam umumnya dianut etnis asli provinsi Jambi yakni Melayu Jambi yang banyak
tinggal di Sarolangun, Kerinci, Tanjung Tebo. Kemudian etnis Jawa, Sunda,
Sunda, Bugis dan Minang sebagai etnis pendatang juga kebanyakan memeluk agama
Islam. Sementara agama Kristen (Protestan dan Katolik) umumnya dianut oleh
penduduk etnis Batak, Nias, dan sebagian Tionghoa. Agama Buddha dan Konghucu
dianut penduduk etnis Tionghoa, sedangkan sebagian kecil pemeluk agama Hindu
berasal dari etnis Bali dan peranakan India.
Bahasa
Artikel
utama: Bahasa di Jambi
Di
Provinsi Jambi, terdapat 6 jenis bahasa yang digunakan oleh penduduknya, yaitu
bahasa Bajau Tungkal Satu, Banjar, Bugis, Jawa, Kerinci, Melayu, dan
Minangkabau.[17] Tidak menutup kemungkinan bahwa masih
terdapat bahasa yang belum terpetakan karena melihat dari luas wilayah, batas
wilayah, sejarah, hingga perkembangan Provinsi Jambi. Bahasa-bahasa yang ada di
daerah Jambi sejalan dengan penyebaran penduduknya, sehingga bahasanya
ditemukan pada daerah tertentu dan memiliki ciri khas dialeknya masing-masing.[18]
Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) [19]
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur
keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia
(masyarakat/penduduk). Selain itu, IPM juga dapat menentukan level pembangunan
suatu wilayah/negara. Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena
digunakan sebagai ukuran kinerja pemerintah dan menjadi salah satu alokator
penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Dalam Human Development Report (HDR)
tahun 1990 menyebutkan bahwa pembangunan manusia adalah proses perluasan
pilihan masyarakat. Pada prinsipnya, pilihan manusia sangat banyak dan bisa
berubah setiap saat. Tetapi pada semua level pembangunan, ada tiga pilihan yang
paling mendasar, yaitu untuk berumur panjang dan hidup sehat, untuk memperoleh
pendidikan dan untuk memiliki akses terhadap sumber-sumber kebutuhan agar hidup
secara layak. Apabila ketiga hal tersebut tidak dimiliki, maka pilihan lain
tidak dapat diakses.
Dalam
perjalanannya, metodologi penghitungan IPM mengalami beberapa kali perubahan
dan penyempurnaan. Sejak 2014 sampai dengan sekarang IPM menggunakan metode
terbaru dalam pengukurannya. Perubahan atau penyempurnaan ini dilakukan karena
beberapa indikator dianggap sudah tidak tepat untuk digunakan dalam
penghitungan IPM. Angka melek huruf sudah tidak relevan dalam mengukur
pendidikan secara utuh karena tidak dapat menggambarkan kualitas pendidikan.
Selain itu, angka melek huruf di sebagian daerah sudah sangat tinggi sehingga
tidak dapat membedakan tingkat pendidikan antardaerah dengan baik. Kemudian,
PDB per kapita tidak dapat menggambarkan pendapatan masyarakat pada suatu
wilayah. Alasan lainnya adalah penggunaan rumus rata-rata aritmatika dalam
penghitungan IPM menggambarkan bahwa capaian yang sangat rendah di suatu
dimensi dapat ditutupi oleh capaian tinggi dimensi yang lain.
Pembangunan Manusia di Provinsi Jambi
Provinsi
Jambi terdiri dari 9 (sembilan) kabupaten dan 2 (dua) kota. Untuk melihat lebih
dalam sejauh mana pembangunan manusia di wilayah Provinsi Jambi, perlu
diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun. Dengan jumlah
penduduk pada tahun 2021 sebanyak 3,73 juta jiwa (hasil proyeksi penduduk), Provinsi
Jambi terus mengalami kenaikan nilai IPM dari tahun ke tahun.
Berdasarkan
penghitungan dengan metode baru, tercatat IPM Jambi tahun 2012 sebesar 66,94.
Angka ini terus meningkat setiap tahunnya yang mencapai angka 71,63 pada tahun
2021. Capaian ini merupakan agregasi dari tiga dimensi, yaitu umur panjang dan
hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Untuk menghitung dimensi
umur panjang dan hidup sehat, digunakan indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat
lahir. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS)
merupakan indikator yang mewakili dimensi pengetahuan. Selanjutnya, dimensi
standar hidup layak diwakili oleh indikator Pengeluaran per Kapita yang
Disesuaikan.
Selama
kurun waktu 2012-2021, IPM Jambi terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2012, IPM Jambi tercatat sebesar 66,94 kemudian meningkat
menjadi 67,76 tahun 2013. IPM terus menanjak hingga pada 2018 memasuki angka
70,65 dan dilanjutkan peningkatannya pada 2021 sebesar 71,63. Dengan demikian,
dalam kurun waktu sepuluh tahun telah terjadi kenaikan IPM sebesar 4,69 poin.
Pertumbuhan
IPM tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu 1,22 persen atau naik sekitar 0,82
poin. Sedangkan pertumbuhan IPM terendah terjadi pada tahun 2020 sekitar 0,04
persen atau hanya meningkat sekitar 0,03 poin. Selama periode 2012 hingga 2021,
IPM Provinisi Jambi secara rata-rata tumbuh sebesar 0,80 persen per tahun.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin membaiknya pembangunan manusia di
Provinsi Jambi.
Provinsi
Jambi mencapai pembangunan manusia di atas tujuh puluh sejak tahun 2018, yaitu
sebesar 70,65 dan menjadi 71,63 di tahun 2021. Jika dibandingkan dengan
provinsi lain di Indonesia, tahun 2021 Provinsi Jambi menempati urutan ke-19.
Tahun 2021, tiga provinsi dengan IPM tertinggi adalah DKI Jakarta (81,11), DI
Yogyakarta (80,22), dan Kalimantan Timur (76,88). Sejak tahun 2012, tiga
provinsi dengan IPM tertinggi ini bertahan di posisi masing-masing.
Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota
Se-Provinsi Jambi
Capaian
pembangunan manusia di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi tampaknya mengikuti
tren IPM Provinsi Jambi, selalu meningkat dari tahun ke tahun dan cukup merata
di 9 (sembilan) kabupaten dan 2 (dua) kota. IPM tertinggi berada di Kota Jambi
dan terendah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dua besar IPM tertinggi berada
di dua kota di Provinsi Jambi, yaitu Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh kemudian
diikuti oleh tertinggi ketiga Kabupaten Kerinci. Kabupaten yang perlu mendapat
perhatian lebih adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki IPM
terendah sejak 2010. Walaupun setiap tahunnya mengalami peningkatan tapi jika
dibandingkan dengan kabupaten lainnya angka IPM di kabupaten ini cukup jauh
berbeda.
Kota
identik dengan IPM yang lebih baik dibanding dengan kabupaten, mengingat di
kota fasilitas pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap ekonomi juga biasanya
lebih baik. Sejak tahun 2011 IPM Kota Jambi dan Sungai Penuh sudah melebihi 70
poin, jauh lebih tinggi dibandingkan IPM Provinsi Jambi yang hanya 66,14. Di tahun
2021 urutan daerah dengan IPM tertinggi masih ditempati Kota Jambi dengan IPM
mencapai 79,12 dan tidak menutup kemungkinan angka ini akan terus naik di
tahun-tahun berikutnya. Kota Sungai Penuh menjadi kota kedua dengan IPM
tertinggi, yaitu 75,70. Kota Sungai Penuh baru terbentuk dari pemecahan
Kabupaten Kerinci pada tahun 2009 dan sudah menunjukkan IPM yang tinggi
dibandingkan kabupaten induknya. Kabupaten dengan IPM tertinggi ketiga adalah
Kabupaten Kerinci, yaitu sebesar 71,45. Selanjutnya di urutan ke empat adalah
Kabupaten Sarolangun (70,25); urutan ke lima Kabupaten Bungo (70,15); urutan ke
enam Kabupaten Batanghari (70,11); urutan ke tujuh Kabupaten Muaro Jambi
(69,55); urutan ke delapan Kabupaten Merangin (69,53); urutan ke sembilan
Kabupaten Tebo (69,35); urutan ke sepuluh Kabupaten Tanjung Jabung Barat
(68,16); dan di posisi terakhir adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (64,91).
Urutan
IPM Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi tahun 2020-2021 mengalami perubahan yang
cukup banyak. Pada 2021 Kabupaten Bungo yang sebelumnya berada di peringkat 4
turun menjadi peringkat 5 digantikan oleh Kabupaten Sarolangun dengan selisih
IPM sebesar 0,10 poin. Perubahan peringkat juga dialami oleh Kabupaten Muaro
Jambi dan Kabupaten Merangin di peringkat 7 dan 8 dengan selisih IPM sangat
tipis sebesar 0,02 poin.
Kecepatan
pembangunan manusia yang diukur dengan pertumbuhan IPM menunjukkan bahwa pada
periode 2020-2021 Kota Jambi menempati posisi pertama dengan pertumbuhan IPM
sebesar 0,96 persen, posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Tanjung Jabung Barat
sebesar 0,92 persen, disusul oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 0,74
persen dan Kabupaten Sarolangun dan Muaro Jambi sebesar 0,56 persen dan 0,53.
Sedangkan untuk kabupaten yang lain pertumbuhannya di bawah 0,50 persen dengan
pertumbuhan terkecil dialami oleh Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo sebesar
0,33 persen dan 0,30 persen.
Secara
umum, semakin tinggi nilai IPM suatu wilayah, maka tingkat pertumbuhannya akan
relatif kecil. Hal ini terbalik dengan kondisi Kota Jambi yang menduduki
pertumbuhan IPM tertinggi bersama dengan dua kabupaten dengan IPM terrendah.
Hal ini menjadi masukan untuk kabupaten dengan IPM yang belum terlalu tinggi
untuk mengupayakan kebijakan yang mengarah pada pembangunan manusia.
Secara
umum perkembangan pembangunan manusia di seluruh kabupaten/kota di wilayah
Provinsi Jambi sudah menggembirakan. Sejak tahun 2017 ada tiga kabupaten/kota
di Provinsi Jambi telah mencapai IPM lebih dari 70, dan pada 2021 bertambah 3
kabupaten lain yang mencapai nilai tersebut yaitu Kabupaten Sarolangun,
Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Batang Hari. Kabupaten yang lainnya telah meraih
angka IPM di atas 68 kecuali Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang masih 64,91.
Oleh karena itu, kabupaten ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah
daerah.
Status Pembangunan Manusia Provinsi Jambi
Cara
lain untuk melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu daerah adalah
dengan mengetahui status pembangunan manusia daerah itu. Terjadinya perubahan
status pembangunan manusia dapat menjadi indikator perkembangan pembangunan
manusia. BPS mengelompokkan status pembangunan manusia berdasarkan IPM menjadi
4 kelompok dengan kriteria sebagai berikut:
·
Sangat
Tinggi : IPM ≥ 80
·
Tinggi
: 70 ≤ IPM < 80
·
Sedang
: 60
≤ IPM < 70
·
Rendah
: IPM
< 60
Berdasarkan
kriteria di atas, nampak bahwa status pembangunan manusia di Provinsi Jambi
sejak tahun 2018 telah berstatus “tinggi”. Kemajuan pembangunan manusia di
Jambi tersebut didorong oleh kemajuan indikator pembentuk IPM. Umur harapan
hidup saat lahir di Jambi tahun 2021 telah mencapai lebih dari 71 tahun dan
rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan setara
dengan kelas VIII. Kemudian pada 2021 anak usia 7 tahun ke atas berpeluang
menempuh pendidikan hingga tamat SMA dan menempun pendidikan tinggi.
Pertumbuhan ekonomi Jambi yang semakin membaik turut meningkatkan pengeluaran
per kapita per tahun penduduk Jambi.
Dari
sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jambi, pada tahun 2021 terdapat enam daerah
dengan level capaian pembangunan manusia berada pada kategori “tinggi” yaitu
Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Sarolangun,
Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Batang Hari (Lampiran 1). Sedangkan lima
kabupaten masih berada pada kategori “sedang” dan tidak ada kabupaten dengan
kategori “rendah”. Pada tahun 2017 Kabupaten Kerinci juga mencapai kategori
“tinggi” untuk pertama kalinya menyusul Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh yang
sudah berada pada level tersebut sebelumnya. Sedangkan pada 2021 ini keadaan
tersebut disusul oleh Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten
Batang Hari. Beberapa kabupaten lainnya sudah berada di IPM lebih dari 69,
sehingga beberapa tahun yang akan datang diharapkan akan bertambah beberapa
kabupaten dengan kategori “tinggi”.
Series IPM Provinsi Jambi
Series Indeks
Pembangunan Manusia Provinsi Jambi berdasarkan Kabupaten/Kota Se-Provinsi
Jambi Tahun 2010-2021 |
||||||||||||||
Kode BPS |
Kabupaten/Kota |
Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) |
|
|||||||||||
2010 |
2011 |
2012 |
2013 |
2014 |
2015 |
2016 |
2017 |
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
|
||
1501 |
Kerinci |
65,16 |
65,85 |
66,71 |
67,49 |
67,96 |
68,89 |
69,68 |
70,03 |
70,59 |
70,95 |
71,21 |
71,45 |
|
1502 |
Merangin |
63,85 |
64,40 |
65,31 |
65,82 |
66,21 |
67,15 |
67,86 |
68,30 |
68,81 |
69,07 |
69,19 |
69,53 |
|
1503 |
Sarolangun |
64,64 |
65,20 |
66,16 |
67,13 |
67,67 |
68,10 |
68,73 |
69,03 |
69,41 |
69,72 |
69,86 |
70,25 |
|
1504 |
Batang Hari |
65,67 |
66,32 |
66,97 |
67,24 |
67,68 |
68,05 |
68,70 |
68,92 |
69,33 |
69,67 |
69,84 |
70,11 |
|
1505 |
Muaro Jambi |
62,84 |
63,39 |
64,17 |
65,14 |
65,71 |
66,66 |
67,55 |
67,86 |
68,34 |
69,01 |
69,18 |
69,55 |
|
1506 |
Tanjung Jabung Timur |
57,21 |
57,77 |
58,63 |
59,41 |
59,88 |
61,12 |
61,88 |
62,61 |
63,32 |
63,92 |
64,43 |
64,91 |
|
1507 |
Tanjung Jabung Barat |
61,49 |
61,98 |
62,86 |
63,54 |
64,04 |
65,03 |
65,91 |
66,15 |
67,13 |
67,54 |
67,54 |
68,16 |
|
1508 |
Tebo |
63,62 |
64,45 |
65,23 |
65,91 |
66,63 |
67,29 |
68,05 |
68,16 |
68,67 |
69,02 |
69,14 |
69,35 |
|
1509 |
Bungo |
66,28 |
66,70 |
67,20 |
67,54 |
67,93 |
68,34 |
68,77 |
69,04 |
69,42 |
69,86 |
69,92 |
70,15 |
|
1571 |
Kota Jambi |
72,23 |
72,96 |
73,78 |
74,21 |
74,86 |
75,58 |
76,14 |
76,74 |
77,41 |
78,26 |
78,37 |
79,12 |
|
1572 |
Kota Sungai Penuh |
69,91 |
70,55 |
71,23 |
72,09 |
72,48 |
73,03 |
73,35 |
73,75 |
74,67 |
75,36 |
75,42 |
75,70 |
|
1500 |
Provinsi Jambi |
65,39 |
66,14 |
66,94 |
67,76 |
68,24 |
68,89 |
69,62 |
69,99 |
70,65 |
71,26 |
71,29 |
71,63 |
|
0000 |
Indonesia |
66,53 |
67,09 |
67,70 |
68,31 |
68,90 |
69,55 |
70,18 |
70,81 |
71,39 |
71,92 |
71,94 |
72,29 |
|
Perekonomian
Perangko Republik Indonesia bertema
Provinsi Jambi (2010).
Dengan
kondisi suhu udara berkisar antara 23 °C sampai dengan 34 °C dan luas
wilayah 53,435 km2 di antaranya sekitar 60% lahan merupakan kawasan perkebunan
dan kehutanan yang menjadikan kawasan ini merupakan salah satu penghasil produk
perkebunan dan kehutanan utama di wilayah Sumatra. Kelapa
sawit dan karet menjadi
tanaman perkebunan primadona dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai
400.168 hektare serta karet mencapai 595.473 hektare. Sementara itu, nilai
produksi kelapa sawit sebesari 898,24 ribu ton pertahun. Hasil perkebunan
lainnya adalah karet, dengan jumlah produksi 240,146 ribu ton per tahun, kelapa
dalam (virgin coconut) 119,34 ribu ton per tahun, casiavera 69,65 ribu
ton per tahun, serta teh 5,6 ribu ton per tahun. Sementara produksi sektor
pertanian yang dihasilkan oleh kawasan bagian barat Provinsi Jambi yaitu beras
kerinci, kentang, kol/kubis, tomat dan kedele.
Potensi
kekayaan alam di Provinsi Jambi adalah minyak
bumi, gas
bumi, batubara dan
timah putih. Jumlah potensi minyak bumi Provinsi Jambi mencapai 1.270,96 juta
m3 dan gas 3.572,44 miliar m3. Daerah cadangan minyak bumi utama di struktur
Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi dengan
jumlah cadangan minyak 408,99 juta barrel. Sedangkan cadangan gas bumi utama di
Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari dengan
jumlah cadangan 2.185,73 miliar m3.
Potensi Wisata
Jambi
adalah Provinsi yang terletak di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatra.
Provinsi Jambi terdiri dari 11 Kabupaten/Kota dan termasuk salah satu dari tiga
Provinsi di Indonesia yang memiliki nama yang sama dengan Ibu kotanya. Jambi
dahulu merupakan Kerajaan Melayu yang menjadi bagian dari Sriwijaya. Bahasa
Melayu di Jambi sama seperti bahasa Palembang dan Bengkulu yang berdialek “O”.
Sarana
dan prasarana di Jambi saat ini sudah tersedia dengan cukup baik. Ada banyak
cara yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai tempat objek wisata di Kota
Jambi maupun kabupaten lainnya di provinsi Jambi. Sarana transportasi yang bisa
digunakan untuk ke Provinsi Jambi dengan Pesawat dan mobil. Untuk Kabupaten
yang telah memilki Bandara adalah Kabupaten Bungo dan Kerinci. Sehingga jika
Anda berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Jambi tidaklah sulit.
Objek
wisata yang ada di Jambi cukup banyak. Jika Anda termasuk pecinta alam maka
kami sarankan untuk berwisata ke Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Alam yang
ada di Kerinci sangatlah indah, mulai dari pegunungan, danau, perkebunan teh
dan masih banyak lagi. Selain di Kerinci tempat wisata di Jambi juga terdapat
di beberapa Kabupaten lainnya seperti informasi yang akan kami berikan berikut
ini.
1. Menara
Gentala Arasy dan Jembatan Pedestrian
Ada
dua objek di lokasi ini yaitu Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy,
tetapi orang-orang banyak menyebutnya Jembatan Gentala Arasy. Jembatan ini
adalah salah satu objek wisata yang wajib Anda kunjungi jika datang ke Jambi.
Jembatan Pedestrian adalah Jembatan untuk pejalan kaki dengan bentuk
berkelok-kelok dan terbentang diatas sungai batanghari disini Anda bisa dengan
gratis menikmati pemandangan dari atas jembatan. Diujung jembatan terdapat
Menara Gentala Arasy yang merupakan museum tentang sejarah berkembangnya Islam
di Kota Jambi. Selain museum, disini juga menjadi pusat kuliner dan nongkrong
pada sore dan malam hari. Disini juga banyak disediakan perahu jika Anda ingin
jalan-jalan menyusuri sungai Batanghari.
Candi
Muaro Jambi merupakan komplek percandian Agama Hindu-Buddha yang terdapat di
Kabupaten Muaro Jambi dan diperkirakan bersal dari abad ke-11 M. Meskipun tidak
sepopuler candi lain di Pulau Jawa, komplek percandian ini adalah yang terluas
di Indonesia. Candi Muaro Jambi ini biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada
saat hari-hari libur dan saat pergelaran festival candi. Jadi jika Anda mencari
referensi tempat wisata di Jambi maka komplek percandian muaro Jambi adalah
salah satu yang wajib untuk dikunjungi.
3.
Air Terjun Tegan Kiri
Air
terjun tegan kiri adalah salah satu objek wisata alam yang terdapat di
Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Air terjun ini memiliki panorama alam yang
sangat indah dan masih asri dengan ketinggian 10 meter. Sumber air terjun tegan
kiri dari perbukitan dengan ketinggian 26 meter. Untuk menuju ke lokasi kita
harus menempuh jarak kurang lebih 30 km dari Ibu kota Kabupaten Bungo
dengan perjalanan darat.
Merupakan
salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Merangin.Geopark merangin
tidak hanya menawarkan arung jeram saja tetapi keunikan fosil flora berusia 350
juta tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini masih diselimuti hutan
lebat dengan beragam jenis tanamannya. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan
waktu sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari Jambi, Ibu kota provisi
Jambi.
Salah
satu tempat wisata di Jambi terbaik dan terkenal sejak zaman dahulu adalah
Kebun Teh Kayu Aro yang terdapat di Kabupaten Kerinci. Perkebunan dengan luas
3.020 hektar ini merupakan perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia
dengan berlatarkan Gunung Kerinci.Udara pegunungan yang sejuk dan keramah
tamahan penduduk setempat menjadi nilai tambah tersendiri Perkebunan Teh Kayu
Aroe saat ini dikelola Oleh PTPN VI
Kondisi
alam sekitar Danau Gunung Tujuh sangat begitu indah dan alami serta memiliki
air yang begitu jernih. Keindahan Danau dilengkapi oleh barisan hamparan tujuh
gunung yang mengelilinginya. Pada beberapa titik di pinggir danau terbentang
pasir yang menyerupai pantai. Danau Gunung tujuh ini terdapat di Kabupaten
Kerinci Provinsi Jambi.
7. Danau
Kaco
Danau
ini memiliki luas sekitar 30 x 30 meter. Jernihnya air di Danau ini membuat
dasarnya terlihat secara jelas, walaupun memiliki kedalaman air yang tidak
terukur. Selain itu. Pada saat malam Danau Kaco mengeluarkan cahaya yang
terang, terutama pada waktu bulan purnama.
Ketujuh
tempat wisata diatas hanya beberapa objek yang coba kami rekomendasikan kepada
Anda. Masih banyak lagi objek-objek wisata di Provinsi Jambi yang tentunya juga
sayang jika Anda lewatkan. Berikut adalah daftar tempat wisata lainnya yang ada
di Provinsi Jambi.
Potensi Ekonomi
Cadangan
minyak bumi Provinsi Jambi sebesar 1.270,96 juta m3. Cadangan minyak bumi
antara lain terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, struktur Kenali Asam, Kecamatan
Jambi Luar Kota dan Kabupaten Muaro Jambi.
Cadangan
gas bumi Provinsi Jambi sebesar 3.572,44 miliar m3. Cadangan tersebut sebagian
besar terdapat di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten
Batang Hari dengan jumlah cadangan 2.185,73 miliar m3.
Cadangan
batubara Provinsi Jambi sebesar 18 juta ton, yang merupakan batubara kelas
kalori sedang yang cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Cadangan
terbesar dijumpai di Kabupaten Bungo.
Komoditas
perkebunan yang sangat dominan adalah Karet dan Kelapa Sawit. Hal ini didukung
dengan program Pemerintah Derah Provinsi Jambi yaitu “Pengembangan Kelapa Sawit
Sejuta Hektar” serta “Replanting Karet”. Selain itu, casiavera juga banyak
dibudidayakan terutama di daerah Kerinci.
Budaya dan seni
Seiring
berjalannya waktu, banyak kesenian tradisional yang kini dilupakan orang. Nilai
seni dan budaya Indonesia yang teramat beragam kini pelan-pelan mulai terkikis
dengan gaya hidup dan sikap acuh terhadap seni dan kebudayaan. Minimnya
pengetahuan akan kesenian tak dimungkiri menjadi sebab para generasi muda tak
lagi mengenal seni dan budaya yang dimiliki. Salah satu seni yang menjadi
daftar kekayaan budaya Indonesia adalah tari rentak besapih, sebuah tarian yang
menggambarkan keserasian, keseragaman dan jalan kehidupan. Tari rentak besapih
adalah gambaran kehidupan manusia yang berbeda etnis, suku, dan latar belakang,
tetapi berjalan serentak dalam kehidupan sehingga terlihatnya keselarasan hidup
berdampingan dengan rukun dan saling menghormati. Tari rentak besapih dibawakan
oleh 8 hingga 10 orang dengan memakai pakaian khas adat Melayu Jambi dengan
menggunakan hiasan kain tenun di atas kepalanya. Tarian rentak besapih
merupakan gambaran sejarah Kota Jambi pada waktu dulu Jambi menjadi kota
perdagangan yang dikunjungi oleh berbagai etnis dan suku. Tari rentak besapih
merupakan kesenian turun temurun sejak masa nenek moyang. Sehingga kesenian ini
menjadi daftar keragaman seni budaya Indonesia yang layak untuk dijaga
keberadaannya. Saat ini tidak banyak yang mengenal seni tari rentak besapih,
karena keberadaannya hanya terlihat pada perayaan-perayaan tertentu. Pada
polanya tari rentak besapih hampir mirip dengan tarian lain pada umumnya, yaitu
menggunakan kombinasi pola lantai yang menimbulkan suara derap langkah yang
serentak dengan irama yang rancak. Gerakan kaki yang diiringi musik ini akan
memberikan sensasi yang indah pada penontonnya. Karena karakter penari yang
telah melebur dengan gerakan demi gerakannya menjadi simbol dan pesan kepada
yang melihatnya. Gambaran Provinsi Jambi yang aman, makmur dan sejahtera akan
tampak dari gerakan yang dibawakan para penari. Sungguh tarian yang unik dan
juga mendidik, memberikan gambaran sejarah dengan sebuah gerakan dinamis yang
sangat indah untuk dinikmati.
0 Comments